PERANAN TIK DALAM
BIDANG PENDIDIKAN
Jumat, 02 Maret 2012
Arti TIK bagi
dunia pendidikan seharusnya berarti tersedianya saluran atau sarana yang dapat
dipakai untuk menyiarkan program pendidikan. Namun hal Pemanfaatan TIK ini di
Indonesia baru memasuki tahap mempelajari berbagai kemungkinan pengembangan dan
penerapan TIK untuk pendidikan memasuki milenium ketiga ini.
Padahal penggunaan TIK ini telah bukanlah suatu wacana yang asing di
negeri Paman Sam sana. Pemanfaatan IT dalam bidang pendidikan sudah merupakan
kelaziman di Amerika Serikat pada dasawarsa yang telah lalu. Ini merupakan
salah satu bukti utama ketertinggalan bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa di
dunia. Informasi yang diwakilkan oleh komputer yang terhubung
dengan internet sebagai media utamanya telah mampu memberikan kontribusi yang
demikian besar bagi proses pendidikan. Teknologi interaktif ini memberikan
katalis bagi terjadinya perubahan medasar terhadap peran guru: dari informasi
ke transformasi. Setiap sistem sekolah harus bersifat moderat terhadap
teknologi yang memampukan mereka untuk belajar dengan lebih cepat, lebih baik,
dan lebih cerdas. Dan Teknologi Informasi dan komunikasi yang menjadi kunci
untuk menuju model sekolah masa depan yang lebih baik.
Usaha-usaha dari anak-anak bangsa juga terus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dalam hal penyampaian proses pendidikan dengan penggunaan TIK. Semisalnya, baru-baru ini Telkom, Indosat, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan IT untuk pendidikan di Indonesia, dimulai dengan proyek-proyek percontohan. Telkom menyatakan akan terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan telekomunikasi yang diharapkan dapat menjadi tulang punggung (backbone) bagi pengembangan dan penerapan IT untuk pendidikan serta implementasi-implementasi lainnya di Indonesia. Bahkan, saat ini Telkom mulai mengembangkan teknologi yang memanfaatkan ISDN (Integrated Sevices Digital Network) untuk memfasilitasi penyelenggaraan konferensi jarak jauh (teleconference) sebagai salah satu aplikasi pembelajaran jarak jauh.
Banyak aspek dapat diajukan untuk dijadikan sebagai alasan-alasan untuk mendukung pengembangan dan penerapan IIK untuk pendidikan dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan nasional Indonesia. Salah satu aspeknya ialah kondisi geografis Indonesia dengan sekian banyaknya pulau yang terpencar-pencar dan kontur permukaan buminya yang seringkali tidak bersahabat, biasanya diajukan untuk menjagokan pengembangan dan penerapan TIK untuk pendidikan. TIK sangat mampu dan dijagokan agar menjadi fasilitator utama untuk meratakan pendidikan di bumi Nusantara, sebab TIK yang mengandalkan kemampuan pembelajaran jarak jauhnya tidak terpisah oleh ruang, jarak dan waktu. Demi penggapaian daerah-daerah yang sulit tentunya diharapkan penerapan ini agar dilakukan sesegera mungkin di Indonesia.
Usaha-usaha dari anak-anak bangsa juga terus dilakukan untuk mengejar ketertinggalan bangsa Indonesia dalam hal penyampaian proses pendidikan dengan penggunaan TIK. Semisalnya, baru-baru ini Telkom, Indosat, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) menyatakan kesiapannya untuk mengembangkan IT untuk pendidikan di Indonesia, dimulai dengan proyek-proyek percontohan. Telkom menyatakan akan terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan telekomunikasi yang diharapkan dapat menjadi tulang punggung (backbone) bagi pengembangan dan penerapan IT untuk pendidikan serta implementasi-implementasi lainnya di Indonesia. Bahkan, saat ini Telkom mulai mengembangkan teknologi yang memanfaatkan ISDN (Integrated Sevices Digital Network) untuk memfasilitasi penyelenggaraan konferensi jarak jauh (teleconference) sebagai salah satu aplikasi pembelajaran jarak jauh.
Banyak aspek dapat diajukan untuk dijadikan sebagai alasan-alasan untuk mendukung pengembangan dan penerapan IIK untuk pendidikan dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan nasional Indonesia. Salah satu aspeknya ialah kondisi geografis Indonesia dengan sekian banyaknya pulau yang terpencar-pencar dan kontur permukaan buminya yang seringkali tidak bersahabat, biasanya diajukan untuk menjagokan pengembangan dan penerapan TIK untuk pendidikan. TIK sangat mampu dan dijagokan agar menjadi fasilitator utama untuk meratakan pendidikan di bumi Nusantara, sebab TIK yang mengandalkan kemampuan pembelajaran jarak jauhnya tidak terpisah oleh ruang, jarak dan waktu. Demi penggapaian daerah-daerah yang sulit tentunya diharapkan penerapan ini agar dilakukan sesegera mungkin di Indonesia.
|
Add
caption
|
Terdapat 6 peranan TIK dalam bidang pendidikan, antara
lain :
1. TIK sebagai skill dan kompetensi
·
Penggunaan TIK harus proporsional
maksudnya TIK bisa masuk ke semua lapisan masyarakat tapi sesuainya
dengan porsinya masing-masing.
2. TIK sebagai infratruktur pembelajaran
·
Tersedianya bahan ajar
dalam format digital
·
The network is the
school
·
belajar dimana saja
dan kapan saja
3. TIK sebagai sumber bahan belajar
·
Ilmu berkembang dengan
cepat
·
Guru-guru hebat
tersebar di seluruh penjuru dunia
·
Buku dan bahan ajar
diperbaharui secara kontinyu
·
Inovasi memerlukan
kerjasama pemikiran
·
Tanpa teknologi,
pembelajaran yang up-to-date membutuhkan waktu yang lama
4. TIK sebagai alat bantu dan fasilitas pembelajaran
·
Penyampaian
pengetahuan mempertimbangkan konteks dunia nyata
·
Memberikan ilustrasi
berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk mempercepat penyerapan bahan ajar
·
Pelajar melakukan
eksplorasi terhadap pengetahuannya secara lebih luas dan mandiri
·
Akuisisi pengetahuan
berasal dari interaksi mahasiswa dan guru
·
Rasio antara pengajar
dan peserta didik sehingga menentukan proses pemberian fasilitas
5. TIK sebagai pendukung manajemen pembelajaran
·
Tiap individu
memerlukan dukungan pembelajaran tanpa henti tiap harinya
·
Transaksi dan
interaksi interaktif antar stakeholder memerlukan pengelolaan back office yang
kuat
·
Kualitas layanan pada
pengeekan administrasi ditingkatkan secara bertahap
·
Orang merupakan sumber
daya yang bernilai
6. TIK sebagai sistem pendukung keputusan
·
Tiap individu memiliki
karakter dan bakat masing-masing dalam pembelajaran
·
Guru meningkatkan
kompetensinya pada berbagai bidang ilmu
·
Profil institusi
pendidikan diketahui oleh pemerintah.
Source : http://chinta27.blogspot.co.id/